Di masa sekarang, pengusaha wajib menemukan strategi promosi yang tepat sasaran dan mampu menghasilkan lead dan konversi demi bisa terus bertahan atau malah berkembang menjadi semakin besar. Maka, penting sekali menerapkan strategi digital marketing secara benar  agar dapat memenangkan pasar. Maka, kali ini Redcomm akan berbagi 8 contoh penggunaan CRM dan loyalty program yang inovatif. 

 

Pentingnya Penggunaan CRM dan Loyalty Program

Untuk memenangkan persaingan bisnis, Anda bisa mencoba memaksimalkan penggunaan Customer Relationship Management (CRM) dan loyalty program. Keduanya dapat membantu Anda membangun interaksi dengan pelanggan secara lebih baik, sekaligus bisa melakukan riset terhadap customer.

 

Customer relationship management bisa dijadikan sebagai strategi untuk menumbuhkan hubungan yang baik dengan konsumen. Melalui CRM, perusahaan bisa mendapatkan berbagai data terkait kebutuhan dan harapan pelanggan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan. 

 

Artinya, ada upaya yang perlu dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kepuasaan pelanggan, karena pelanggan yang puas bisa mendatangkan lebih banyak pelanggan baru dengan cara yang luar biasa. Sementara itu, customer loyalty program bisa Anda manfaatkan untuk mengatur strategi terbaik dalam membuat pelanggan yang puas tadi, menjadi semakin loyal dan cinta pada brand maupun produk-produk perusahaan Anda.  

 

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan kepuasan pelanggan, seperti memberikan hadiah, potongan harga, kupon belanja, hingga penawaran khusus.

 

8 Contoh Penggunaan CRM dan Loyalty Program yang Inovatif

Penerapan strategi CRM dan loyalty program yang baik, akan sangat membantu Anda dalam menjaga agar konsumen setia dengan produk yang Anda tawarkan dan tidak mudah beralih ke produk milik kompetitor. Berikut beberapa contoh CRM dan loyalty program yang inovatif dan layak untuk Anda coba.

 

 

  1. CRM via Media Sosial

Jika selama ini Anda belum memanfaatkan media sosial secara maksimal, maka saat ini sudah saatnya bisnis Anda menyapa konsumen di Instagram, Facebook, WhatsApp, Twitter, LinkedIn, TikTok, YouTube, bahkan melalui email yang interaktif. Alasannya, masyarakat saat ini sudah hidup di era digital, yang mana hampir setiap orang memiliki akun media sosial dan aktif berinteraksi di sana. 

 

Anda bisa mulai dengan membuat akun bisnis semua media sosial terlebih dahulu untuk melihat, mana media sosial yang paling sesuai bagi brand maupun produk yang Anda tawarkan. Dengan semakin aktifnya Anda menerapkan CRM di media sosial, Anda juga bisa mengetahui di media sosial mana yang penerapan promosi bisa berjalan dengan sangat baik dibandingkan dengan lainnya. 

 

  1. CRM Melalui Aplikasi Official

Selain membuat akun media sosial, ada banyak brand yang menghadirkan aplikasi mobile. Tidak hanya digunakan untuk memajang produk, aplikasi tersebut juga memberikan menu khusus yang memungkinkan pelanggan menulis ulasan. Cara ini disebut dengan istilah “review dan rating”.

 

Memanfaatkan aplikasi official seperti ini bisa membantu Anda mengetahui faktor-faktor penting yang dibutuhkan oleh konsumen, hal-hal yang mereka senangi, perbaikan yang perlu Anda lakukan berdasarkan kritik, masukan dan saran dari pelanggan, dan sebagainya. Ini sangat bagus untuk pengembangan bisnis lebih lanjut ke arah yang semakin baik. Di saat yang sama, pelanggan juga akan semakin nyaman dengan bisnis Anda dan bisa jadi pelanggan setia yang membeli produk apa pun yang Anda luncurkan. 

 

  1. Form Pendaftaran di Website

Semua bisnis yang beroperasi saat ini, umumnya memiliki website official sebagai sarana informasi kepada pelanggan. Namun di sisi lain, ada sebagian pemilik bisnis yang memilih membuat form pendaftaran member khusus di website mereka.

 

Form pendaftaran tersebut bertujuan untuk membangun database pelanggan yang kuat, dan memungkinkan Anda sebagai pebisnis mengenal profil masing-masing pelanggan Anda demi dapat menganalisis profitabilitas mereka. Bahkan, bisa juga menjadi perantara untuk berinteraksi bersama pelanggan yang lebih customized dan targeted.

 

 

  1. Customer Service

Meskipun penggunaan website, media sosial, dan aplikasi mobile saat ini semakin memudahkan perusahaan untuk melayani pelanggan, namun bukan berarti fungsi customer service bisa dihilangkan begitu saja. Keberadaannya, masih sangat dibutuhkan sebagai garda terdepan dalam menangani masalah konsumen secara langsung.

 

Dalam beberapa kasus, konsumen membutuhkan pengarahan langsung dari pihak perusahaan untuk menyelesaikan kendala yang mereka hadapi. Sebagai contoh, di dunia perbankan, customer service dibutuhkan oleh nasabah untuk pengaduan, pembukaan rekening, dan meminta penjelasan mengenai informasi produk bank. Dalam kegiatan e-commerce, pelanggan lebih senang berbicara dan dilayani oleh customer service atau customer care ketimbang berjawab-jawaban dengan robot penjawab pesan otomatis. 

 

  1. Sistem Poin untuk Pembelian Melalui Aplikasi

Selain digunakan untuk menampung keluhan pelanggan, aplikasi mobile juga bisa dimanfaatkan dalam menerapkan program customer loyalty. Konsepnya sederhana, poin loyalitas diberikan kepada konsumen setiap kali memesan dan membayar melalui aplikasi.

 

Melalui sistem Point of Sale (POS) seperti ini, Anda sekaligus bisa mengumpulkan informasi penting pelanggan, seperti frekuensi belanja, produk favorit, informasi kartu kredit, hari ulang tahun, dan lain sebagainya.

 

Informasi tadi, kemudian dapat Anda gunakan untuk membuat strategi promosi yang lebih baik, pemberian hadiah khusus di momen tertentu sehingga pelanggan merasa diperhatikan dan membuat mereka semakin cinta dengan brand Anda, atau untuk penentuan hadiah khusus yang bisa ditukarkan dengan poin loyalitas. Karena disesuaikan berdasarkan pola perilaku pelanggan, sudah pasti strategi promosi lanjutan yang Anda terapkan akan lebih tepat sasaran.

 

  1. Loyalty Program Melalui Kartu Khusus Pelanggan

Konsepnya sama seperti sebelumnya, namun kali ini didapat dari transaksi yang menggunakan kartu khusus pelanggan. Dalam penerapannya, setiap konsumen yang baru pertama kali membeli produk Anda diberi kartu khusus. Pelanggan perlu menggesek kartu tersebut setiap melakukan pembelian. Selanjutnya, kartu khusus ini melacak uang yang dibelanjakan dan seberapa sering pelanggan berbelanja. Semakin banyak uang yang dihabiskan untuk transaksi, maka poin royalty juga semakin besar. Anda bebas mengatur metode penukaran poin, baik berupa produk eksklusif, diskon, gift card, dan sebagainya.

 

 

  1. Pemberian Poin untuk Semua Transaksi

Model customer loyalty kali ini jangkauannya lebih luas, karena memberikan poin kepada pelanggan yang melakukan transaksi di website official dan aplikasi mobile.

 

  1. Pelanggan VIP

Maksudnya, bisnis Anda memberikan penawaran khusus kepada konsumen yang memiliki poin loyalty tertentu. Sebagai contoh, Anda menjual produk berupa lipstik. Anda menetapkan jika setiap transaksi yang dilakukan oleh konsumen mendapat 1 poin. Untuk pelanggan dengan jumlah poin minimal 100, mereka berhak mendapatkan diskon 20% dan memilih warna lipstik terbaru yang belum dijual untuk umum. Itu berarti, pelanggan VIP adalah mereka yang sudah bertransaksi sebanyak 100 kali. Untuk penawarannya, silakan disesuaikan menurut pola kebiasaan konsumen Anda.

 

Demikianlah pembahasan ringkas mengenai delapan contoh CRM dan loyalty programs yang inovatif. Selain 8 contoh di atas, ada rahasia lain dalam penerapan CRM dan loyalty programs. Hubungi best digital agency Indonesia untuk informasi lebih lanjut.