Pernahkah Anda mendengar istilah conversion rate? Conversion rate merupakan tolok ukur keberhasilan suatu website bagi para pebisnis. Oleh karena itu, penting bagi Anda para pebisnis untuk meningkatkan conversion rate agar mendapatkan traffic pengunjung yang tinggi, sekaligus untuk meningkatkan nilai penjualan.

 

Salah satu cara meningkatkan conversion rate adalah menggunakan A/B testing. Nah, apa sebenarnya A/B testing dan mengapa menjadi sangat penting? Lalu, bagaimana cara meningkatkan conversion rate menggunakan A/B testing? Redcomm Knowledge kali ini akan mengulasnya secara lengkap. Yuk, baca sampai tuntas!

 

Mengenal A/B Testing

A/B testing merupakan suatu metode untuk melakukan pengujian pada dua desain website, email, atau platform yang berbeda secara bersamaan. Guna pengujian ini untuk mengukur kinerja dan performa masing-masing platform dalam menghasilkan conversion rate

 

Keberhasilan A/B testing dapat dilihat dari beberapa matriks, seperti peningkatan traffic web, jumlah klik, penjualan produk, jumlah pengunjung, konversi bentuk lain yang terjadi, dan sebagainya.

 

Untuk melakukan A/B testing, Anda dapat melakukan eksperimen terhadap beberapa elemen yang sangat penting, seperti pembuatan judul konten yang menarik perhatian, copywriting, ukuran serta warna font pada kalimat CTA, gambar, video, audio, bahkan pada bagian deskripsi produk. Elemen-elemen itulah yang nantinya akan memberikan peluang terhadap peningkatan keterlibatan dengan pengguna dan peningkatan penjualan bisnis Anda.

 

 

Mengapa A/B Testing Penting?

A/B testing dapat membantu Anda memilih setiap elemen yang ada pada website bisnis yang dimiliki. Dengan menggunakan A/B testing, Anda dapat mengetahui desain website mana yang lebih efektif dan disukai banyak orang. 

 

Misalnya, ketika membuat landing page pada website bisnis, Anda perlu mengetahui landing page seperti apa yang berpeluang mendapatkan perhatian dari para pengguna. A/B testing bahkan dapat memberikan Anda gambaran bagaimana kata, frasa, video, gambar, desain, warna, dan elemen lainnya memiliki dampak terhadap keterlibatan audiens.

 

Cara Meningkatkan Conversion Rate Menggunakan A/B Testing

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan conversion rate dengan menggunakan A/B testing, yaitu:

 

 

  1. Memilih Halaman yang Menjadi Prioritas

Website bisnis Anda tentunya memiliki banyak halaman, mulai dari halaman utama, landing page, halaman promosi, halaman penjualan, hingga halaman informasi tentang perusahaan. Ketika ingin melakukan proses A/B testing, Anda perlu mengetahui halaman mana yang menjadi prioritas untuk dilakukan A/B testing

 

Untuk menentukan halaman prioritas ini, Anda dapat memilih halaman yang berpeluang memberikan pemasukan lebih besar. Pilihlah halaman yang memiliki traffic dan visitor tinggi, karena halaman dengan traffic tinggi memiliki peluang konversi lebih baik untuk digunakan mempengaruhi audiens menjadi pelanggan bisnis Anda. 

 

Selain menentukan halaman prioritas, Anda juga bisa memilih halaman lain untuk diperbaiki, misalnya halaman yang digunakan untuk melakukan proses checkout pembelian.

 

  1. Menentukan Tujuan Utama

Sebelum melakukan A/B testing, pemilik bisnis wajib mengetahui apa tujuan utama bisnisnya. Tujuan ini akan membantu Anda agar tidak kehilangan arah saat melakukan perubahan pada website

 

Anda cukup memilih satu saja tujuan melakukan A/B testing, agar mendapatkan hasil maksimal. Untuk membantu memilih tujuan ini, ada baiknya Anda melakukan hipotesis dan analisis terlebih dahulu.

 

  1. Memilih Variabel Uji Coba

Untuk mengoptimasi halaman website, tentukan variabel mana saja yang berpengaruh terhadap performa website. Ada beberapa variabel yang sangat penting pada halaman website, di antaranya copywriting, warna font, CTA, gambar, video, hingga tampilan desain. 

 

Namun, A/B testing ini harus dilakukan satu per satu. Jika pada A/B testing pertama Anda mengubah copywriting, setelah proses uji coba copywriting berhasil barulah Anda bisa melakukan uji coba variabel lainnya. 

 

Untuk mencoba setiap variabel, Anda perlu mencatat semua perubahan yang terjadi, meskipun hanya hal kecil. Inilah yang akan memberikan dampak terhadap website bisnis Anda.

 

 

  1. Menganalisis Hasil dan Melakukan Perubahan

Setelah berhasil menjalankan A/B testing, analisis kembali hasil yang Anda dapatkan. Selain itu, pertimbangkan pula, apakah terjadi perubahan pada beberapa matriks yang Anda harapkan berubah. Misalnya, apakah terjadi peningkatan traffic pengunjung. Apakah terjadi peningkatan kepercayaan pengguna? Ini bisa dilihat dari pertambahan jumlah pelanggan baru. Lalu, apakah hasil ini yang Anda harapkan terjadi? 

 

Langkah selanjutnya, cari tahu kembali variabel apa saja yang masih terdapat kekurangan dan perlu perbaikan atau pengembangan lebih lanjut. Melakukan A/B testing bisa secara rutin asalkan tidak berlebihan. Mengingat testing yang Anda lakukan ini juga berhubungan dengan data driven marketing, maka sebaiknya dapatkan review atau feedback dari pengguna yang berkunjung ke website Anda. Caranya, bisa dengan menyebarkan form survei kepuasan pelanggan dan sebagainya. 

 

Anda bisa bekerja sama dengan digital marketing agency Jakarta, seperti Redcomm yang sudah berpengalaman dalam membantu lebih dari 500 brand untuk mengembangkan bisnis, meningkatkan konversi, melakukan pemasaran online, dan penerapan strategi digital marketing yang tepat sasaran. 

 

Meskipun berkantor di Jakarta, Redcomm sebagai digital marketing agency Indonesia mampu membantu Anda menjangkau pasar yang lebih luas ke berbagai kota di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, bahkan hingga ke Papua.

 

Inilah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan conversion rate menggunakan A/B testing. Anda dapat mempraktikkan cara tersebut dan melihat perubahan yang terjadi pada bisnis Anda.